JAMBU MADU DELI PALING COCOK UNTUK TAMBULAPOT DAN DI KEBUNKAN

Buah Jambu Air Madu Deli Hijau (MHD) saat ini menjadi tren di seluruh penggemar jambu di Indonesia karena rasanya yang manis yang mencapai 12,4-15,5 brix. Perawatan Tanaman Buah Jambu Air Madu Dheli Hijau tergolong mudah dalam 1 tahun buah jambu air ini sudah mulai belajar berbuah. Jambu Air Madu Dheli Hijau juga dapat berbuah tanpa mengenal musim. Tanaman ini dapat didibudidayakan dalam pot (Tabulampot), dapat dipanen raya sebanyak tiga kali dalam 1 tahun. Selain itu juga mampu berbuah sebanayak 30kg/pohon dalam 1 tahun.Jambu MDH yg mempunyai sifat yg terus berbuah tanpa mengenal musim ini sangat cocok utk dikebunkan dan dibuat tabulampot utk pribadi atau utk sampingan usaha sebagai penambah pemasukkan.

 Jambu MDH matang saat berumur sktr 2.5 bulan dg ditandai tangkai putiknya mengering. Saat tangkai putik mengering inilah waktu yg paling terbaik utk memanennya. Satu kg rata-rata berisi 6 sd 7 buah. Utk standar jambu air bisa dieksport minimal 120 gram. Dari segi berat Jambu MDH masuk klasifikasi eksport. Dan kenyataannya memang jambu ini sebagai komoditas eksport andalan petani Stabat.

Asal usul Jambu MDH

MDH menurut Bp. Sadikin petani Stabat dan bekerja di perkebunan keturunan China tsb sbgm diceritakan langsung kpd ana bhw MDH pertama kali masuk ke Indonesia dibawa oleh seorang perempuan tua keturunan China yg tinggal di Deli Tua. Dia membawa MDH dari Taiwan. Pengebun keturunan China mendapatkan entres dari perempuan tua tersebut. Oleh pengusaha keturunan China tsb jambu MDH dikebunkan di Stabat sejak 2006 dg dikelilingi tembok dan dijaga anjing agar tdk semua orang mudah masuk dan tidak terjadi pencurian entres. Jk dari buahnya, kita tdk bisa memperbanyak secara generatif krn jambu ini tidak ada bijinya dan perbanyakan generatif juga memberikan turunan yg belum tentu sama dg induknya. Agar entres tdk keluar, setiap dilakukan pemangkasan tajuk, sampah bekas potongan tajuk langsung dibakar di kebun tsb dan ini bisa bertahan sampai sktr 6 tahun. Menurut Bp. Sadikin krn sampah bekas potongan tajuk yg semakin lama semakin banyak mk pembakarannya ada yg kurang sempurna shg sekitar tahun 2012 an ada entres yg bisa diselamatkan oleh Bp. Sunardi yg diambil dari tempat pembuangan entres yg sdh dibakar. Oleh Bp. Sunardi entres tsb dipelihara dan diperbanyak serta didaftarkan ke dinas terkait shg mendapatkan sertifikat resmi dari pemerintah. Pensertifikatan ini menjadikan Bp. Sunardi sbg penemu Jambu MDH.

Jika ditanam di kebun perawatan Tanaman Buah Jambu Air Madu Deli Hijau tergolong mudah, hal yang perlu diperhatikan adalah Lakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk sehingga terbentuk pola 1-3-7-13, yaitu 1 cabang utama,3 cabang primer, 7 cabangsekunder, 13 cabang tersier. Pemangkasan pedama pada umur 4 bulan setelah pindah ke pot, selanjutnya setiap 3 bulan lakukan pemangkasan penyeimbang.

Langkah selanjutnya Pemupukan lanjutan berupa pupuk organik dan seminim mungkin pupuk anorganik Setiap bulan tambahan 1 kg pupuk kandang. Pengairan secara irigasi tetes dengan frekuensi 1 kali sehari saat tanaman berumur 0-7 bulan. Memasuki umur produksi 2 kali sehari-pada kemarau 3 kali_ selama masing-masing 15 menit atau setiap tanaman mendapat 2-3 liter per penyiraman. Penjarangan bunga dengan cara membuang bunga bagian tengah supaya besar buah maksimal dan buah tidak saling bergesekan.

Langkah terakhir yang perlu diperhatikan adalah Pembungkusan buah saat pentil yakni 14-15 hari setelah bunga menjadi buah menggunakan plastik putih transparan untuk menghindari lalat buah. panen saat konsisi buah tedihat penuh, cuping di pantat buah sudah mekar.

Jk bibitnya bagus, jambu MDH akan berbuah saat usia 8 bulan sejak dipindah ke pot dari polybag. Ada keunikan dari Jambu MDH ini yaitu jika ditanam di tanah langsung pohonnya akan sangat subur perkembangannya tetapi masa vegetatifnya akan berlangsung lebih lama sehingga buahnya akan muncul lbh lama juga.  

MEMBUAT TAMBULAPOT JAMBU MADU DELI

Media Tanam

Media tanam yg dipergunakan adalah :

tanah : pupuk kandang : sekam segar = 2 : 1 : 1

Tanah yg digunakan sebaliknya tanah yg remah sehingga tidak mudah memadat. Hindari penggunaan tanah liat agar tidak merekah saat terlambat menyiram. Jk terpaksa pakai tanah liat maka perbandingan yg dipakai :

tanah : pupuk kandang : sekam segar = 1 : 1 : 1

Dg perbandingan tanah yg sama dengan sekam segar akan mencegah merekahnya media tanam jk terlambat menyiram.

Pupuk Kandang

Pupuk kandang yg baik campuran antara kotoran sapi dan kambing dg perbandingan 1 : 1 dg digiling agar bisa tercampur secara homogen.

Sekam Segar

Sekam segar lebih baik daripada sekam bakar dari sisi :

  1. Tidak mudah memadat
  2. Kandungan vitamin B1 tidak rusak karena terbakar. B1 berguna utk mencegah tanaman stress dan membantu pembungaan.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan 1 bulan setelah pemindahan bibit polybag ke pot.

Saat pemupukan masa vegetatif menggunakan pupuk organik SAN dan saat masa generatif menggunakan pupuk organik ASBUN.

Pemupukan dilakukan tiap bulan dg kadar secukupnya.

Pupuk tersebut ana pakai dan hasilnya cukup bagus utk pertumbuhan masa vegetatif dan masa generatifnya.

Perawatan Pasca Panen

Pasca panen adalah pasca yg menentukan apakah pohon Jambu MDH akan mau berbuah lagi atau justru malah “ngambek” berbuah lagi. Utk mencegah “ngambek” berbuah lagi, perlu dilakukan langkah-langkah sbb :

  1. Pohon dipupuk lagi dg pupuk kandang atau pupuk organik berupa cairan atau serbuk yg banyak dijual di toko pertanian.
  2. Sebaiknya pupuk kandang atau organik tersebut dicampur dg pupuk NPK dg kadar rendah krn unsur NPK tidak tersedia pada tanah begitu saja. Dan lebih baik lagi ditambah KCl atau KNO3 utk persiapan agar bunga tdk rontok.
  3. Setelah 14 hari diadakan pemupukan tsb maka dilakukan pemangkasan utk merangsang timbulnya calon bunga dan sisa pemangkasan bisa dijadikan sbg entres utk bibit jambu MDH.
  4. InsyaAlloh setelah 1 bulan dari pemangkasan tsb akan tumbuh bunga dan lakukan langkah-langkah di atas lagi.
  5. Saat usia 1.5 tahun rata-rata 1 pohon menghasilkan 10 sd 15 kg buah Jambu MDH.

Harga di tingkat petani per kg :

Stabat          30.000
Pekanbaru     40.000
Yogyakarta    30.000 sd 35.000
Harga di tingkat Supermarket per kg :

Medan          60.000
Pekanbaru     60.000 sd 80.000
Jakarta         60.000 sd 70.000
Yogyakarta    60.000